Kembali

Rembug Stunting Kecamatan Windusari: Satukan Komitmen untuk Generasi Bebas Stunting

Rembug Stunting Kecamatan Windusari: Satukan Komitmen untuk Generasi Bebas Stunting

Windusari – Pemerintah Kecamatan Windusari menggelar kegiatan Rembug Stunting sebagai bentuk komitmen percepatan penurunan angka stunting di wilayahnya. Kegiatan ini dilaksanakan pada  Rabu, 2 Juli 2025 bertempat di Pendopo Kecamatan Windusari, dan dihadiri oleh unsur Forkopimcam, ketua PKK se-Kecamatan Windusari, serta perwakilan lintas sektor.

Rembug Stunting menjadi langkah strategis dalam upaya memetakan masalah, menyusun rencana aksi, dan memperkuat kolaborasi lintas sektor untuk mengatasi tantangan serius yang dihadapi: angka stunting yang masih menjadi pekerjaan rumah besar di Kecamatan Windusari, terlebih lagi Windusari masih masuk 2 besar kecamatan dengan angka stunting tertinggi setelah Kecamatan Grabag. 

Jumlah Stunting di Kecamatan Windusari per tanggal 23 Juni 2025 masih ada 715 anak. Angka prevalensi stunting di Kecamatan Windusari masih tergolong tinggi dibandingkan dengan target nasional maupun provinsi. Beberapa desa bahkan menjadi prioritas intervensi karena tingginya jumlah balita dengan risiko stunting seperti Ngemplak, Gondangrejo, Wonoroto, dan Kembangkuning

Stunting tidak hanya berdampak pada tinggi badan anak yang kurang, tetapi juga memengaruhi tumbuh kembang otak, potensi akademik, hingga kualitas generasi masa depan. Oleh karena itu, penanganan stunting bukan sekadar isu kesehatan, tetapi juga isu pembangunan manusia jangka panjang.

Kegiatan rembug dimulai dengan pemaparan materi dari perwakilan Puskesmas Windusari mengenai kondisi terkini, pemetaan wilayah rawan stunting, serta tantangan lapangan yang dihadapi para kader di tingkat desa. Kemudian dilanjutkan dengan dialog terbuka antara pemangku kepentingan, serta pembentukan rencana kerja dan komitmen bersama.

“Masalah stunting ini tidak bisa diselesaikan oleh sektor kesehatan saja. Butuh sinergi antara pemerintah, masyarakat, dunia pendidikan, dan keluarga. Rembug ini menjadi ruang bersama untuk mencari solusi yang tepat sasaran,” ujar Camat Windusari, Edi Purnomo, SH.

Kegiatan ini juga melibatkan:

  • Ketua PKK desa dari seluruh wilayah se-kecamatan Windusari

  • Kader posyandu, PKK, dan bidan desa, serta dokter Puskesmas Windusari

Setiap unsur memberikan masukan, mulai dari pentingnya edukasi gizi, pengawasan ibu hamil dan balita, hingga penguatan sanitasi dan ekonomi keluarga. Salah satu poin penting yang disepakati adalah penguatan program intervensi spesifik dan sensitif, termasuk peningkatan kualitas data sasaran stunting berbasis desa.

Rembug Stunting Kecamatan Windusari menjadi titik tolak penting dalam membangun sinergi dan memperkuat kesadaran kolektif bahwa stunting adalah tanggung jawab bersama. Dengan semangat kolaborasi, edukasi yang tepat, dan intervensi berkelanjutan, diharapkan setiap anak di Windusari dapat tumbuh sehat, cerdas, dan berkualitas sebagai generasi emas Indonesia.

Windusari bergerak. Bersama cegah stunting. Demi masa depan yang lebih sehat dan bermartabat.